Langsung ke konten utama

404 you are not found

lalu hatiku mematuk pilu,
tuk
tuk
tuk

air mata perlahan jatuh
merusak perjalanan antar dago atas menuju bawah
memahat kenangan yang lebur

memeluknya,
berusaha menggapai ruh ku untuk pergi dari kenangan
dan hidup di masa depan
aku tidak bisa

membiarkan malamku rusak dihantui masa lalu,
tempat kala kita berteduh
secangkir kopi dan seteguk teh mengobati dinginnya bandung kala itu
tempat kala kita membicarakan masa depan di atas kota bandung
hingga lupa masa

kabur, pergi, enyahlah
sayangnya, kenangan nyaman hidup di otak ku.
sayangnya, masa lalu tak pernah berlalu.

dengan orang baru,
aku tertawa,
aku bahagia,
aku baik baik saja,
sayangnya aku tidak bisa melupakanmu.

maaf karna meninggalkanmu,
empat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Novel Lima Sekawan ke Sarang Penyelundup

I.           Identitas Novel Judul                      : Five go to smuggler’s top Judul Terjemahan   : Lima Sekawan ke Sarang Penyelundup Pengarang               : Enid Blyton Penerjemah             : Agus Setiadi Penerbit                 : PT Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit          : Mei 1997 Kota Penerbit         : Jakarta Jumlah Halaman      :272 Halaman II.        Unsur Intrinsik Novel Tema                   ...
Aku minta maaf Untuk setiap perasaan yang dulu tidak terbalaskan Untuk setiap malam dingin yang kamu lalui Untuk setiap tangis yang kamu jatuhkan Aku minta maaf karena terbuai oleh pesona sang pangeran Padahal, seorang penyembuh pun cukup untuk hatiku Aku minta maaf, karena sempat tidak memikirkanmu sempat untuk menyia-nyiakan waktu Aku minta maaf, Karena untuk mencintaimu kamu butuh beribu-ribu perjuangan kamu butuh beribu-ribu langkah Aku minta maaf, aku tidak sempurna Semoga, kamu tidak menyesal dengan perjuanganmu itu. Kubalas secepatnya, Aku sayang kamu

Titipan

Selamat malam menuju pagi empat, Apa kabar? Maaf aku tidak lagi banyak menulis karna disibukkan oleh urusan-urusan yang melengkapi kita dikemudian hari. Tentang kamu dan si cantik bernama dita, aku sudah titip pesan lewat tuhan. Aku bilang, semoga kalian berdua selalu disehatkan dan diberikan kebahagiaan. Aku juga titip bisik lewat tuhan, semoga dia mengerti kamu, seperti dulu aku yang memahami kamu. Aku titip salam lewat tuhan, semoga dia menjaga hati dan akalmu selalu, agar pikiranmu yang terus sibuk dengan masa depan itu, terjaga waras dan tetap teguh membumi dan menyenangkan. Karena bahagiamu, adalah hal yang lebih dari cukup. Aku merindukanmu seperti kota Jakarta yang merindukan udara malam Bandung Utara.