Langsung ke konten utama

-

Kita adalah sayap yang patah.
Kita adalah suara yang sayup.
Kita adalah cerita yang usai kata si sutradara.
Kita adalah pulang yang tak punya rumah.

Mengusahakan bahagia,
Mencintai senyum
Dan tawa
Meski jatuh lagi sampai berkali kali

Kita lari dan bersembunyi
Ketakutan
Menangis sendirian
Diguyur hujan
Diombang badai
Sendirian

Gelap, hingga kadang tak peduli dicaci maki
Dingin, hingga kadang tak peduli kesepian

Kita hidup sendiri-sendiri.
Sampai puas.
Sampai masa muda jadi mati.

Aku hidup diantara gemerlap pukul dua belas malam,
Kamu hidup diantara gemerlap di rumah kosong
Aku hidup diantara teriakan menteri dan staf ahli
Kamu hidup diantara teriakan ambisi sendiri
Aku hidup pukul delapan pagi, hingga terbunuh pukul lima sore
Kamu hidup sebelum fajar terbit, lalu tertampar ditengah hari

Tuhan, kita belum lelah.
Kita belum lelah.

Kita masih si penikmat kopi susu
Kita masih pembaca ulung
Kita masih kecil yang ingin cepat dewasa atau cepat terbunuh
Atau bertumbuh.

Selamat ulang tahun

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Novel Lima Sekawan ke Sarang Penyelundup

I.           Identitas Novel Judul                      : Five go to smuggler’s top Judul Terjemahan   : Lima Sekawan ke Sarang Penyelundup Pengarang               : Enid Blyton Penerjemah             : Agus Setiadi Penerbit                 : PT Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit          : Mei 1997 Kota Penerbit         : Jakarta Jumlah Halaman      :272 Halaman II.        Unsur Intrinsik Novel Tema                   ...

Abu

Dosa abu dari percaya. Tapi, percaya adalah pupuk yang tidak jelas apa bentuknya, tidak ada wujudnya, mungkin spektrum warna? Ketakutan penuh dalam memori, hingga yang buruk pun ku anggap biasa. aku melindungi diriku sendiri dengan cara yang jahat, bukan karma, kifarat namanya. hingga hari ini, aku percaya, tidak pernah ada manusia yang terlahir baik. tidak ada yang terlahir dengan perasaan "aku akan menjaga hati, bermanfaat bagi orang lain, aku tidak peduli apa yang ku tuai sebanyak apapun yang kutabur" semuanya terasa lebih baik ketika percaya segala hal di dunia ini tidak ada yang baik Takut, sungguh. takut bahkan hanya sejengkal kata kata yang tidak ada artinya. bahkan mahluk sedarah, sekampung halaman, sehati sekalipun. lalu tidak ada yang pernah melakukan kebaikan tanpa pamrih ya rasanya! aku patah patah patah, dalam ketakutanku sendiri. kenapa ya?  Tuhan mematahkan hatiku berkali-kali untuk menciptakan ketakutan pada mahluk-Nya? kenapa ya? Lindungi aku ya Tuhan, dari h...

❤️

  Abi!  Terima kasih ya sudah berjuang sejauh ini. Terima kasih yaaa untuk kasih sayang yang ga pernah putus setiap hari nya, ga pernah nyerah, ga pernah capek sedikitpun, ga pernah ngeluh. Aku dengar, baca, lihat seseram dan setakut apa pernikahan itu. Tapi, kok semuanya ternyata mudah ya kalau sama abi?  Empat tahun bukan waktu yang sebentar.. lama sekali ya? Kok bisa setiap hari abi ga pernah gak mau untuk lihat kayi, ga pernah ga mau untuk denger cerita kayi, selanjutnyaa kita lanjutkan di tahun tahun berikutnya sampai kita mati. tapi mau bareng aja deh, gimana kalau ngga ada aa :(  Cinta yang katanya una ini sedih capek ribet blablabla itu aku udah ga kenal, udah lupa rasanya kalau katanya capek. soalnya sama abi ngga... rasanya abi dan kayi itu udah satu tubuh, udah satu pikiran, satu hati, semuanya. Dunia ini emang jahat ya kadang-kadang bi. tapi empat tahun ini abi udah buktiin dan selalu bilang "ayolah lawan jir bareng" bener. world is cruel, its us againts ...