Langsung ke konten utama

Postingan

Abu

Dosa abu dari percaya. Tapi, percaya adalah pupuk yang tidak jelas apa bentuknya, tidak ada wujudnya, mungkin spektrum warna? Ketakutan penuh dalam memori, hingga yang buruk pun ku anggap biasa. aku melindungi diriku sendiri dengan cara yang jahat, bukan karma, kifarat namanya. hingga hari ini, aku percaya, tidak pernah ada manusia yang terlahir baik. tidak ada yang terlahir dengan perasaan "aku akan menjaga hati, bermanfaat bagi orang lain, aku tidak peduli apa yang ku tuai sebanyak apapun yang kutabur" semuanya terasa lebih baik ketika percaya segala hal di dunia ini tidak ada yang baik Takut, sungguh. takut bahkan hanya sejengkal kata kata yang tidak ada artinya. bahkan mahluk sedarah, sekampung halaman, sehati sekalipun. lalu tidak ada yang pernah melakukan kebaikan tanpa pamrih ya rasanya! aku patah patah patah, dalam ketakutanku sendiri. kenapa ya?  Tuhan mematahkan hatiku berkali-kali untuk menciptakan ketakutan pada mahluk-Nya? kenapa ya? Lindungi aku ya Tuhan, dari h...

4-coda

 Ternyata, Dunia begitu luas untuk aku dan si angka empat. Perjalanan jauh atau waktu yang panjang, tidak pernah cukup. Dunia tidak sesempit apa katanya, Karna ternyata aku menemukan seseorang yang memberiku seluruh semesta, dunia kalah dalam peradaban. Menghitung perjalananku 11 bulan menuju khitbah khidmat. Aku, sembuh. 

Tuhan dan Manusia

 Aku akrab sekali dengan kesendirian. Entah musuh atau teman, kesendirian adalah keduanya. Sejak kecil ya ternyata? Aku aman dalam kesepian katanya, aku jadikan tempat teraman, ternyaman, tercinta yang kutemui. Pasrah, aku bilang "aku mau serahkan semuanya pada Tuhan dan Manusia" Tuhan, Manusia.  Aku yang sekarang pintar mengunci rapat cerita,  Pintar tidak lagi mencari manusia Karena tidak ada satupun yang kupercayai. Selain tuhanku. Ayahku, Ibuku, Keluargaku,  Apalagi mereka. Apalagi teman yang katanya di garda terdepan melindungi, tapi hanya untuk kepetingannya sendiri. Hahahaha Hidup memaaang lucu, dengan segala kesalahan, dengan segala ramai yang dipaksakan. Biar Tuhan yang menentukkan.  Aku hidup untuk Tuhan. Karna, kalau hidup untuk diri sendiri, pada akhirnya, manusia lagi kan?  -1 Ramadhan 1445H-

Za

 Baru tadi siang aku bangga dengan diriku yang menemukan lagi kariza yang dulu, yang matanya adalah series film terbaru, yang telinganya hidup dengan buku partitur, yang tubuhnya kembali suka hidup sendiri. Aku berusaha memahami nya, apa pemicunya, apa yang membuat beberapa panggilanku kembali, beberapa kepribadian yang kuhindari ini kembali. Oh nama panggilan? Oh momen sama yang terulang meski oleh orang berbeda dan tempat berbeda? Oh telingaku akrab ya? Ini tulisan pukul setengah enam pagi, mataku lelah tapi hatiku sama sekali tidak, otakku tidak tidur, pikiranku berputar antara akun archilect, cerita traumatis quora atau pinterest board Aku berusaha memberitahu bahwa sekarang semuanya baik baik saja. Tidak ada momen yang sama, tidak pernah ada momen yang terulang, tidak pernah ada perasaan yang sama. ku sebut apa ya? Halo lagi gerry, ini kariza. Aku tidak hidup lagi, ini hanya kepribadian baru yang dibentuk oleh trauma yang semoga kapan kapan bisa hilang. Bisa berhenti kembali k...

V4

 if i can choose, the butterflies that long lasting from 3 years ago, or the confident feeling with someone, i hardly cant choose one. you feel safe around someone, but also you feel butterflies around someone else. Oh god, why? if someone is truly made for me, can you show me who is it? who is that someone ill gonna lay in bed all day, and talk about life? the one that gonna talk about happiness? not only listen to me, but also i can listen to him. who is he? who is that someone that i can imagine him from the best of him even in his worse haircut? even in his down low phase, in his eyes that truly said “im not okay, fuck” someone that truly cant resist himself to kiss me, to hug me and say “you look so beautiful in black” or someone that always told me “youre beautiful” every single time. which one? can you show me, one by one? the cure? the sign? even the forbidden one?

V3

 you all have normal bf? i dont. i have vi, he only contacting me when he need it, karna katanya cuma aku yang enak diajak cerita dan paling ngertiin dia, dia suka bawa ke tempat2 enak, atas gunung, atas gedung, yg dingin kita sukaaa! dia suka kasi jaket kalau aku pke baju pendek, support my music career, nyemangatin dan dengerin cerita psikiater things tp ga pernah memandang aku beda setelahnya. dia bilang, aku itu cewek yg semua cowo beruntung pasti dapetinnya, tapi sayang dia nya ga dapet :( dia suka baca buku! yg fiksi sampe yg self improvement, suka hal yg banyak adrenaline nya tapi lebih suka chill place sama aku. i do like him. see u in another universe vi!❤️

V2

 i never think i gonna write about you over again, after everything we goin through the pain the disaster the terriffied feelings the laugh the cigarettes we shared together. i see through the future, sometimes i run away to the keshi night or harris night, love, pain, lust. the adrenaline rush, all over our body in every first met, the first 5 minutes, oh that butterfly. its all about a certain blink of i love you, a long hug that says “where youve been?” a long stares that says “are you okay lately?” a long kisses that says “i miss you, all over the places” thank you for always being  my running track, my escape room my favorite forbidden place. i’d never say this, but, this thank you better than i love you in the middle of tiring may. this is june, 202x me from september 2020 always said “why you dont make a real move?” i always choose you either, through the dopamine heartbeat and forbidden morphine. take care my ring, see you again in sudirman street, between our laugh in...