Langsung ke konten utama

4

Lalu akhirnya kamu mengingatku sebagai apa?

Serpihan kenangan tidak nyata,
Sentuhan bayangan kelam,
atau sekedar kupu-kupu dengan senandung kesukaanku?


Hingga hari ini, kamu mengingatku sebagai apa?


Aku si sosok yang katanya tidak pernah patut untuk dimaafkan,
atau aku yang begitu indah dikenang sehingga hatimu begitu silau disantap angan?


Setahun kedepan, kamu mengingatku sebagai apa?

Apapun itu,
berbahagialah,
bernyanyi seperti hidup tanpa aku,
berjalan seperti cinta tidak pernah jumpa,


Sulit dipertemukan,
hati,
pengorbanan,
logika.

Sebegitu hebatkah ketika Tuhan menerima maaf sedangkau kamu tidak?
Maaf hanya kutitip lewat sepertiga malam di hari kelima, sayang.
Tolong, jangan benci aku lagi
Terima kasih ya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Novel Lima Sekawan ke Sarang Penyelundup

I.           Identitas Novel Judul                      : Five go to smuggler’s top Judul Terjemahan   : Lima Sekawan ke Sarang Penyelundup Pengarang               : Enid Blyton Penerjemah             : Agus Setiadi Penerbit                 : PT Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit          : Mei 1997 Kota Penerbit         : Jakarta Jumlah Halaman      :272 Halaman II.        Unsur Intrinsik Novel Tema                   ...
Aku minta maaf Untuk setiap perasaan yang dulu tidak terbalaskan Untuk setiap malam dingin yang kamu lalui Untuk setiap tangis yang kamu jatuhkan Aku minta maaf karena terbuai oleh pesona sang pangeran Padahal, seorang penyembuh pun cukup untuk hatiku Aku minta maaf, karena sempat tidak memikirkanmu sempat untuk menyia-nyiakan waktu Aku minta maaf, Karena untuk mencintaimu kamu butuh beribu-ribu perjuangan kamu butuh beribu-ribu langkah Aku minta maaf, aku tidak sempurna Semoga, kamu tidak menyesal dengan perjuanganmu itu. Kubalas secepatnya, Aku sayang kamu

Titipan

Selamat malam menuju pagi empat, Apa kabar? Maaf aku tidak lagi banyak menulis karna disibukkan oleh urusan-urusan yang melengkapi kita dikemudian hari. Tentang kamu dan si cantik bernama dita, aku sudah titip pesan lewat tuhan. Aku bilang, semoga kalian berdua selalu disehatkan dan diberikan kebahagiaan. Aku juga titip bisik lewat tuhan, semoga dia mengerti kamu, seperti dulu aku yang memahami kamu. Aku titip salam lewat tuhan, semoga dia menjaga hati dan akalmu selalu, agar pikiranmu yang terus sibuk dengan masa depan itu, terjaga waras dan tetap teguh membumi dan menyenangkan. Karena bahagiamu, adalah hal yang lebih dari cukup. Aku merindukanmu seperti kota Jakarta yang merindukan udara malam Bandung Utara.