Langsung ke konten utama

Tmpms

hingga bulan ke empat nanti,
berbahagialah
langit senja dan firman perlu ikut kompromi

hingga saatnya nanti,
fajar kota jakarta hanya dinikmati sendiri, tanpa wajah bingung faris
atau wacana lucu mili

selagi bisa,
tujuh orang terbaik dalam satu tahun ikatan takdir,
selalu butuh tertawa didukung refis pukul tujuh malam
lalu senyum rindu dan tawa lepas yang seringpula meninggalkan tangis sedih ruru dan farah

nyatanya, bintaro hanya ditinggalkan,
lalu cerita kami pindah ke batavia.
jembatan layang, tumpukan gedung, bintang berserak, malam hangat, dan gemuruh teriakan cerita menjadi saksi bisu si geng motor djuanda-kepu

tuhan,
hingga bulan ke empat,
tolong titip nusantara dari sebelah timur,
atau titip cerita dari sebelah barat
untuk mereka.

dari
si satusatunya siap menunggu di ibukota,
berusaha menghimpun keajaiban lewat doa,
selagi bisa,
salam sayang,

kari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Novel Lima Sekawan ke Sarang Penyelundup

I.           Identitas Novel Judul                      : Five go to smuggler’s top Judul Terjemahan   : Lima Sekawan ke Sarang Penyelundup Pengarang               : Enid Blyton Penerjemah             : Agus Setiadi Penerbit                 : PT Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit          : Mei 1997 Kota Penerbit         : Jakarta Jumlah Halaman      :272 Halaman II.        Unsur Intrinsik Novel Tema                   ...
Aku minta maaf Untuk setiap perasaan yang dulu tidak terbalaskan Untuk setiap malam dingin yang kamu lalui Untuk setiap tangis yang kamu jatuhkan Aku minta maaf karena terbuai oleh pesona sang pangeran Padahal, seorang penyembuh pun cukup untuk hatiku Aku minta maaf, karena sempat tidak memikirkanmu sempat untuk menyia-nyiakan waktu Aku minta maaf, Karena untuk mencintaimu kamu butuh beribu-ribu perjuangan kamu butuh beribu-ribu langkah Aku minta maaf, aku tidak sempurna Semoga, kamu tidak menyesal dengan perjuanganmu itu. Kubalas secepatnya, Aku sayang kamu

Titipan

Selamat malam menuju pagi empat, Apa kabar? Maaf aku tidak lagi banyak menulis karna disibukkan oleh urusan-urusan yang melengkapi kita dikemudian hari. Tentang kamu dan si cantik bernama dita, aku sudah titip pesan lewat tuhan. Aku bilang, semoga kalian berdua selalu disehatkan dan diberikan kebahagiaan. Aku juga titip bisik lewat tuhan, semoga dia mengerti kamu, seperti dulu aku yang memahami kamu. Aku titip salam lewat tuhan, semoga dia menjaga hati dan akalmu selalu, agar pikiranmu yang terus sibuk dengan masa depan itu, terjaga waras dan tetap teguh membumi dan menyenangkan. Karena bahagiamu, adalah hal yang lebih dari cukup. Aku merindukanmu seperti kota Jakarta yang merindukan udara malam Bandung Utara.