Langsung ke konten utama

2025


semakin menua, semakin penuh untuk hidup
aku tak lagi takut untuk punya rasa
tak takut lagi patah atau rusak
tak takut lagi marah sedih kecewa bahkan bahagia

karna rasa adalah apa katanya
me rasa dan di rasa
utuh
tanpa penolakan

yang kutakuti bukan lagi rasa takut
tapi ketakutan ketika tidak lagi merasa dan mengingat
Ketakutan akan lupa

Karna sekecil apapun, 
Cerita, kenangan dan tempat
jalan, bicara dan manusia
dengar, sentuhan, dan kata
setitik apapun itu
aku ingin mengingatnya
dan tidak melewati satu detikpun

tempat yang rusak
atau tempat yang bahagia
sama saja bukan?

manusia yang itu
atau manusia yang lain
sama saja bukan?

cerita yang sayup
atau cerita yang rapuh dan berisik
sama saja bukan?

semuanya ingin diingat,
dan perlu diingat.

karna semua terjadi dengan alasan.
mungkin benang merah untuk cerita besok atau lima tahun lagi.
tempat, manusia atau cerita yang kita temui,
mungkin adalah kunci di tahun 2025 nanti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Novel Lima Sekawan ke Sarang Penyelundup

I.           Identitas Novel Judul                      : Five go to smuggler’s top Judul Terjemahan   : Lima Sekawan ke Sarang Penyelundup Pengarang               : Enid Blyton Penerjemah             : Agus Setiadi Penerbit                 : PT Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit          : Mei 1997 Kota Penerbit         : Jakarta Jumlah Halaman      :272 Halaman II.        Unsur Intrinsik Novel Tema                   ...
Aku minta maaf Untuk setiap perasaan yang dulu tidak terbalaskan Untuk setiap malam dingin yang kamu lalui Untuk setiap tangis yang kamu jatuhkan Aku minta maaf karena terbuai oleh pesona sang pangeran Padahal, seorang penyembuh pun cukup untuk hatiku Aku minta maaf, karena sempat tidak memikirkanmu sempat untuk menyia-nyiakan waktu Aku minta maaf, Karena untuk mencintaimu kamu butuh beribu-ribu perjuangan kamu butuh beribu-ribu langkah Aku minta maaf, aku tidak sempurna Semoga, kamu tidak menyesal dengan perjuanganmu itu. Kubalas secepatnya, Aku sayang kamu

Titipan

Selamat malam menuju pagi empat, Apa kabar? Maaf aku tidak lagi banyak menulis karna disibukkan oleh urusan-urusan yang melengkapi kita dikemudian hari. Tentang kamu dan si cantik bernama dita, aku sudah titip pesan lewat tuhan. Aku bilang, semoga kalian berdua selalu disehatkan dan diberikan kebahagiaan. Aku juga titip bisik lewat tuhan, semoga dia mengerti kamu, seperti dulu aku yang memahami kamu. Aku titip salam lewat tuhan, semoga dia menjaga hati dan akalmu selalu, agar pikiranmu yang terus sibuk dengan masa depan itu, terjaga waras dan tetap teguh membumi dan menyenangkan. Karena bahagiamu, adalah hal yang lebih dari cukup. Aku merindukanmu seperti kota Jakarta yang merindukan udara malam Bandung Utara.