Langsung ke konten utama

Setidaknya anda jatuh di antara bintang!

                 Saya menemukan seorang teman, yang dia bilang, dia tidak punya cita-cita. Atau sebaliknya? Dia punya terlalu banyak cita-cita. Tapi bagaimana kalau yang membuat seseorang tidak punya cita-cita adalah tingkat kepercayaan diri mereka sendiri?
                 Mereka tidak yakin dengan apa yang mereka miliki sekarang, terlalu banyak membandingkan diri dengan orang lain yang lebih 'hebat', atau orang lain yang mungkin sudah selangkah atau beribu langkah lebih maju daripada mereka. Tapi tidak pernah ada yang tahu, atau seberapa sadar, sejauh apakah kita sudah berlari?
                Coba lihat yang ada tanpa perlu membandingkan, Oprah Winfrey yang sekarang menjadi panutan hidup orang-orang telah memiliki masa lalu yang kelam selama 32 tahun, atau mungkin penulis best seller J.K.Rowling yang telah jatuh bangun ditolak 12 penerbit, berhasil menerbitkan buku  terbaik sepanjang masa di usia 32 tahun.
               Mungkin ada orang yang menyesali dengan keadaan diri sendiri saat ini, salah masuk jurusan, tidak berhasil mendapat jurusan atau perguruan tinggi impian, atau mungkin sudah tidak lagi mendapat kesempatan.
               Tolong, buka mata kalian. Selagi kalian hidup, ada mimpi pula yang terus hidup, juga setiap harapan baru di setiap pikiran yang kalian buka. Tidak pernah ada yang tahu, seseorang mungkin akan yang mengetuk pintu dan memberikan 1 miliar rupiah? Tidak pernah ada yang tahu.
               Cukup bermimpilah seperti anak kecil, tidak perlu memikirkan resiko dan ketidakmampuan hidup anda sekarang. Bermimpilah seakan semuanya bisa tercapai suatu hari nanti. Bermimpilah walaupun itu jauh sekali untuk digapai.
               Tidak ada yang pernah tahu, mungkin anda yang membaca ini adalah calon presiden nanti?

sumber: arifyunar.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Novel Lima Sekawan ke Sarang Penyelundup

I.           Identitas Novel Judul                      : Five go to smuggler’s top Judul Terjemahan   : Lima Sekawan ke Sarang Penyelundup Pengarang               : Enid Blyton Penerjemah             : Agus Setiadi Penerbit                 : PT Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit          : Mei 1997 Kota Penerbit         : Jakarta Jumlah Halaman      :272 Halaman II.        Unsur Intrinsik Novel Tema                   ...
Aku minta maaf Untuk setiap perasaan yang dulu tidak terbalaskan Untuk setiap malam dingin yang kamu lalui Untuk setiap tangis yang kamu jatuhkan Aku minta maaf karena terbuai oleh pesona sang pangeran Padahal, seorang penyembuh pun cukup untuk hatiku Aku minta maaf, karena sempat tidak memikirkanmu sempat untuk menyia-nyiakan waktu Aku minta maaf, Karena untuk mencintaimu kamu butuh beribu-ribu perjuangan kamu butuh beribu-ribu langkah Aku minta maaf, aku tidak sempurna Semoga, kamu tidak menyesal dengan perjuanganmu itu. Kubalas secepatnya, Aku sayang kamu

Titipan

Selamat malam menuju pagi empat, Apa kabar? Maaf aku tidak lagi banyak menulis karna disibukkan oleh urusan-urusan yang melengkapi kita dikemudian hari. Tentang kamu dan si cantik bernama dita, aku sudah titip pesan lewat tuhan. Aku bilang, semoga kalian berdua selalu disehatkan dan diberikan kebahagiaan. Aku juga titip bisik lewat tuhan, semoga dia mengerti kamu, seperti dulu aku yang memahami kamu. Aku titip salam lewat tuhan, semoga dia menjaga hati dan akalmu selalu, agar pikiranmu yang terus sibuk dengan masa depan itu, terjaga waras dan tetap teguh membumi dan menyenangkan. Karena bahagiamu, adalah hal yang lebih dari cukup. Aku merindukanmu seperti kota Jakarta yang merindukan udara malam Bandung Utara.