Langsung ke konten utama

Hukum Indonesia

               Lebih baik membebaskan 1000 orang bersalah daripada menghukum 1 orang tidak bersalah.
               Itulah kalimat yang mungkin sering didengar oleh kalian mahasiswa hukum di Indonesia. Sebuah prinsip yang mungkin telah dijunjung tinggi entah sejak kapan.
              Namun, dalam pelaksanaannya, banyak hakim yang memiliki tekanan-tekanan batin dalam menentukan sebuah keputusan. Pernah memikirkan hal itu?
              Mereka takut bahwa keputusan yang mereka ambil bertentangan dengan Lembaga-Lembaga Masyarakat yang oposisi terhadap kebenaran, dan pro pada kepentingan pribadi.
             Belum lagi media yang seringkali melebih-lebihkan atau mengurang-ngurangkan suatu hal atau kasus yang bahkan menjadi pedoman masyarakat dalam men-judge sesuatu atau seseorang.
             Pernah berpikir bagaiman hakim yang mungkin telah teguh pada suatu kebenaran, menemukan sebuah bukti kuat. Lalu takut akan ancaman dari mana-mana? Mengancam dan menghapus kebenaran. Indonesia.
              Untuk semua yang membaca ini, yuk bantu untuk menegakkan hukum Indonesia sesuai kebenaran, jangan hanya isu-isu janggal media. Yuk kita bantu para hakim untuk dapat bekerja tanpa suapan dari media!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Novel Lima Sekawan ke Sarang Penyelundup

I.           Identitas Novel Judul                      : Five go to smuggler’s top Judul Terjemahan   : Lima Sekawan ke Sarang Penyelundup Pengarang               : Enid Blyton Penerjemah             : Agus Setiadi Penerbit                 : PT Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit          : Mei 1997 Kota Penerbit         : Jakarta Jumlah Halaman      :272 Halaman II.        Unsur Intrinsik Novel Tema                   ...

Abu

Dosa abu dari percaya. Tapi, percaya adalah pupuk yang tidak jelas apa bentuknya, tidak ada wujudnya, mungkin spektrum warna? Ketakutan penuh dalam memori, hingga yang buruk pun ku anggap biasa. aku melindungi diriku sendiri dengan cara yang jahat, bukan karma, kifarat namanya. hingga hari ini, aku percaya, tidak pernah ada manusia yang terlahir baik. tidak ada yang terlahir dengan perasaan "aku akan menjaga hati, bermanfaat bagi orang lain, aku tidak peduli apa yang ku tuai sebanyak apapun yang kutabur" semuanya terasa lebih baik ketika percaya segala hal di dunia ini tidak ada yang baik Takut, sungguh. takut bahkan hanya sejengkal kata kata yang tidak ada artinya. bahkan mahluk sedarah, sekampung halaman, sehati sekalipun. lalu tidak ada yang pernah melakukan kebaikan tanpa pamrih ya rasanya! aku patah patah patah, dalam ketakutanku sendiri. kenapa ya?  Tuhan mematahkan hatiku berkali-kali untuk menciptakan ketakutan pada mahluk-Nya? kenapa ya? Lindungi aku ya Tuhan, dari h...

Syukuran Kelulusan

Pernah berfikir? Kalau di masa yang katanya ,masa terbaik dalam hidup akhirnya berakhir Katamu kenangan terbaik dalam sebuah pertemuan adalah akhirnya kan? Tapi, apa kamu lupa bagaimana awalmu berpijak? Dari mulai duduk di gugus, bertegur sapa dengan gadis yang ternyata menjadi sahabatmu selama sepertiga dasawarsa Atau mencuri pandang dan menganggapnya akan begitu jauh, padahal dia jadi sedekat matahari dan langit? Atau berfikir bahwa sebuah persahabatan akan kuat, tapi rusak karena cinta monyet berbentuk segitiga? Atau menertawakan seseorang di hari pertama masuk kelas dan ternyata dia jadi seorang pangeran dan sahabat terbaik yang menjadi cinta pertamamu? Atau menganggap orang-orang yang awalnya akan menjadi sahabatmu, tetapi akhirnya sekarang menjadi sekelompok manusia yang bertugas menyakitimu? Atau mengaggap belitung sebelah timur besar gelap dan suram, ternyata penuh kehangatan dan sangat akan dirindukan? Atau menemukan seseorang dengan nama y...