Langsung ke konten utama

Postingan

Masih empat

tanpamu aku tak kenal jatuh bangun jatuh jatuh jatuh jatuh aku tak pernah bangun, tak pernah bangkit seperti kerlap kerlip dago yang ingin kugapai penuh penuh tangan kiri ku memelukmu tangan kanan ku meraihnya aku tak pernah dapat keduanya seperti ciuman terakhir yang ditinggalkan buru buru si biru jadi saksi bisu mata nakalmu teriak "cepet!!" aku tertawa lalu menciummu sekejap aku tahu akhirnya kita cuma sekejap manusia datang silih berganti, ada yang bilang tunggu aku satu tahun lagi, ada yang bilang tunggu aku di lantai 8 ada yang bilang tunggu aku di ibukota bagiku cinta selalu salah, tidak pernah ada yang betul bercakap cuma kamu, cuma kamu, jika diagnosis penyakitku sudah keluar, akankah seorang penyembuh menemani sepanjang hayat? nyatanya satu tahun kebelakang aku berjuang sendirian. nyatanya satu tahun kebelakang aku mencintaimu sendirian. jika aku tak lagi sehat se sedia kala, relakah menemani hingga akhir hidup? sepanjang jalan tol k...

4

Lalu akhirnya kamu mengingatku sebagai apa? Serpihan kenangan tidak nyata, Sentuhan bayangan kelam, atau sekedar kupu-kupu dengan senandung kesukaanku? Hingga hari ini, kamu mengingatku sebagai apa? Aku si sosok yang katanya tidak pernah patut untuk dimaafkan, atau aku yang begitu indah dikenang sehingga hatimu begitu silau disantap angan? Setahun kedepan, kamu mengingatku sebagai apa? Apapun itu, berbahagialah, bernyanyi seperti hidup tanpa aku, berjalan seperti cinta tidak pernah jumpa, Sulit dipertemukan, hati, pengorbanan, logika. Sebegitu hebatkah ketika Tuhan menerima maaf sedangkau kamu tidak? Maaf hanya kutitip lewat sepertiga malam di hari kelima, sayang. Tolong, jangan benci aku lagi Terima kasih ya

Tmpms

hingga bulan ke empat nanti, berbahagialah langit senja dan firman perlu ikut kompromi hingga saatnya nanti, fajar kota jakarta hanya dinikmati sendiri, tanpa wajah bingung faris atau wacana lucu mili selagi bisa, tujuh orang terbaik dalam satu tahun ikatan takdir, selalu butuh tertawa didukung refis pukul tujuh malam lalu senyum rindu dan tawa lepas yang seringpula meninggalkan tangis sedih ruru dan farah nyatanya, bintaro hanya ditinggalkan, lalu cerita kami pindah ke batavia. jembatan layang, tumpukan gedung, bintang berserak, malam hangat, dan gemuruh teriakan cerita menjadi saksi bisu si geng motor djuanda-kepu tuhan, hingga bulan ke empat, tolong titip nusantara dari sebelah timur, atau titip cerita dari sebelah barat untuk mereka. dari si satusatunya siap menunggu di ibukota, berusaha menghimpun keajaiban lewat doa, selagi bisa, salam sayang, kari.

Mimpi

Karna empat tahun kebelakang. rasanya seperti mimpi mimpi fantasi tidak nyata. mimpi paling sempurna dihidupku dan hidupmu. seperti mimpi semalam, aku akan menghilang. dilupakan bersama kebingungan mengingat apa. seperti mimpi di musim panas, aku akan menghilang. dilupakan bersama raga, karna yang diingat hanya rasa. seperti mimpi, aku akan menghilang pagi menjelang, kau akan lupa. selamat malam, mimpi indah.

I miss youu guuyysss!

Dunia yang memang akan segera berakhir, Atau usia yang terus menua Atau apa sekarang hidup tidak selucu dulu? Orang-orang mulai berpikiran serius Setiap percakapan rasanya terus memanas Baik dari yang dekat maupun yang jauh Memang, dunia tidak lagi seru Atau memang harusnya seperti itu? Percakapan dengan teman lama rasanya terus merupakan suatu kesalahan, Memang sibuk atau dia yang dulu tukang ketawa berubah jadi si tukang debat publik? Perbincangan sedikit dengan lawan jenis Dibawa ke perasaan Duh, becanda bosqu. Scroll, scroll, scroll.. Boleh tidak berhenti sebentar netijen? Ketawa dulu yuk sedikit, Becanda yang banyak. Hidup bukan hanya kesibukan, organisasi, belajar, atau Perdebatan pilih jokowi atau prabowo. Hidup bukan hanya inflasi ekonomi yang sedang stabil, atau tentang pesawat jatuh atau tentang ruang kerja keuangan yang makin rumit. Hidup tentang cicak yang ekor nya putus lalu kita ketawa setelahnya, Tentang nasi goreng campur pecel lele, a...

4

Tolong kabari aku kalau aku sudah boleh pulang, aku rindu rumahku. Setelah badai topan berhenti, setelah laut tidak lagi pasang, setelah gelombang kembali tenang. Kabari aku, Aku rindu rumahku. Karena bagiku, kau selalu rumahku. Apa aku boleh pulang? Sekarang? Diluar terlalu dingin, terlalu gelap, terlalu sepi Izinkan aku pulang, sekarang.
Sure I know you'd like to have me Talk about my future And a million words or so to fill you in about my past Have I sisters or a brother When's my birthday how's my mother Well my dear in time I'll answer all those things you ask But for now I'll just say I love you Nothing more seems important somehow And tomorrow can wait come whatever Let me love you forever but right now Right now Some fine day when we go walking We'll take time for idle talking Sharing every feeling as we watch each other smile I'll hold your hand you'll hold my hand We'll say things we never had planned Then we'll get to know each other in a little while But for now let me say I love you Later on there'll be time for so much more But for now meaning now and forever Let me kiss you my darling then once more Once more But for now let me say I love you Later on I must know much more of you But for now here and now how I love you As you are in my arms I love you I love you